Thursday, July 25, 2013

Berita Kapal

Berita Kapal


Kapal Bea Cukai Terbakar di Kepulauan Riau, Kapten Alami Luka Serius

Posted: 25 Jul 2013 08:40 AM PDT

Peristiwa kebakaran terjadi pada 2 kapal patroli milik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau, BC-15015 dan BC-15032 pada Kamis (25/7) sekitar pukul 18.00 WIB. Akibatnya kapten kapal mengalami luka bakar serius.

"Dalam peristiwa 2 kapal patroli milik bea cukai terbakar di Tanjung Balai Karimun, satu kapten kapal mengalami luka bakar mencapai 80 persen," ujar saksi warga bernama Seuhermita kepada detikcom, Kamis (25/7/2013).

Saat ini korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Balai Karimun untuk menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius pada tubuhnya. Sementara 2 unit mobil pemadam kebakaran di turunkan untuk memadamkan api. Api akhirnya dapat dijinakkan pada pukul 20.00 WIB.

Peristiwa kebakaran 2 kapal ini sontak menjadi perhatian ratusan warga. Di pinggir laut mereka berkerumun untuk menyaksikan peristiwa itu.

Hingga saat ini pihak Bea Cukai Tanjung Balai Karimun masih belum dapat memberikan keterangan perihal terjadinya kebakaran kapal patroli milik mereka.

Friday, July 12, 2013

Berita Kapal

Berita Kapal


Kapal MOL COMFORT Terbakar dan Tenggelam

Posted: 11 Jul 2013 09:40 PM PDT

Kapal Kargo 'MOL Comfort' tenggelam
Kapal 'MOL Comfort' yang tenggelam pada 17 Juni 2013,kemudian dipelintir oleh media seolah-olah membawa bantuan senjata untuk oposisi Suriah.

Pihak pelayaran "Mitsui O.S.K Lines" (MOL) melaporkan pada hari Sabtu 06/07 percikan api muncul di belahan kapal kontainer "MOL Comfort" yang tengah dipandu menuju pelabuhan terdekat. Pihak MOL langsung meminta pertolongan tim penyelamat untuk bertindak.

Info terbaru Senin 08/07, pihak Penjaga Pantai India mengirimkan kapal "ICGS Samudra Prahari" guna membantu pemadaman api yang berkobar diatas kapal. Seberapa besar dan seberapa parah, upaya pemadaman, masih terus dilakukan.

Semoga tidak terjadi hal tragis yang sangat tidak diinginkan alias tenggelam dalam perjalanan. Do your best Guys !

Berikut cuplikan foto-foto penyelamatan belahan MOL Comfort dari kepungan api yang tengah menjalar dari satu kontainer ke kontainer lainnya. Apa juga yang menyebabkan timbulnya percikan api, masih tanda tanya besar.


Kronologis insiden "MOL Comfort" bisa ditelusuri di laporan sebelumnya, silahkan cek : JT 040713 : Update 1 - Belahan "MOL Comfort" + Contingency Plan G6, JT 010713 : "G6" Umumkan Contingency Plan, JT 280613 : Belahan "MOL Comfort" Tenggelam, JT 270613 : "MOL Comfort" Ditarik Ke Salalah ?

Baca juga JT 230613 " MOL Sewa Tim Penyelamat, JT 210613 : "MOL Comfort" Terapung Dan Terbelah, JT 190613 : Update – Mitsui Kirim Tim Penyelamat "MOL Comfort", JT 180613 : "MOL Comfort" Hilang Di Laut Arab dan JT 170613 : Tragedi Pelayaran Minggu Ini.

On June 17, Mitsui O.S.K. Lines' MOL Comfort began suffering from severe hogging and broke in two while underway from Singapore to Jeddah with a load of 7,041 TEUs.
MOL Comfort on June 17, 2013.
MOL Comfort breaks in two
MOL Comfort breaks in half, June 17, 2013.
Both fore and aft sections set adrift in the Indian Ocean. Image credit: MRCC
Image credit: MRCC
Bow section picture after breaking apart July 17. Image credit: MRCC Mumbai
Image credit: MRCC Mumbai
On June 25, Sri Lanka Shipping company's tug, M/V Capricorn, connected to the bow section and commenced towing to the Arabian Gulf. Tugs were never able to connect to the stern section.
mol comfort under tow
mol comfort under tow
mol comfort under tow Haldane van Horen
Image (c) Al Malone
mol comfort under tow Haldane van Horen
Under tow. Image (c) Al Malone
On June 27, the stern section began taking on water and sank with an estimated 1,700 containers and  1,500 metric tons of fuel oil. These photos sent to gCaptain were taken over a five minute period.
IMG_0345
IMG_0350
IMG_0358
IMG_0359
IMG_0361
On July 2, the MOL Comfort's bow section broke free from its towing wire while in "adverse" sea conditions. Crews were able to reconnected and continue towing. Four days later, Mitsui O.S.K. Lines reported that on July 6, a fire broke towards the rear of the bow section of the MOL Comfort, and fire fighting efforts commenced.
More MOL Comfort firefighting images and video can be seen HERE
Major-fire-in-s24706
firefighting mol comfort indian coast guard
Image (c) Indian Coast Guard
firefighting mol comfort indian coast guard
Image (c) Indian Coast Guard
Image (c) Indian Coast Guard
Image (c) Indian Coast Guard
firefighting mol comfort indian coast guard
Image (c) Indian Coast Guard
Image courtesy Indian Coast Guard
Image courtesy Indian Coast Guard
mol comfort
image via Ole, gCaptain contributor
mol comfort
image via Ole, gCaptain contributor
mol comfort
image via Ole, gCaptain contributor
mol comfort
image via Ole, gCaptain contributor
mol comfort
image via Ole, gCaptain contributor
In a statement July 10, Mitsui O.S.K. Lines said that most of the containers on deck have been burnt out, but they have not been able to confirm the situation in the cargo hold. An update said that the bow section sank near 19'56"N 65'25"E (water depth about 3,000m) at 19:00 UTC on July 10 (04:00 on July 11 JST).  The section sank with about 2,400 containers and 1,600 metric tons of fuel oil, MOL has estimated.
MOL Comfort
July 10. Image (c) gCaptain. Click for large.
mol comfort position
Plotted approximate positions of where the MOL Comfort broke apart and eventually sank
FULL COVERAGE: MOL Comfort Incident

Sumber : gcaptain / Kredit Foto : Indian Coast Guard.

Senin, 17 Juni 2013 pukul 07.00 waktu setempat, kapal pengangkut kontainer yang membawa muatan 4.382 unit kontainer (setara  7,041 TEU) 'MOL Comfort' yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Jepang, Mitsui O.S.K Lines (MOL) terbelah menjadi dua dalam pelayaran dari Singapura ke Jeddah di Samudera Hindia karena cuaca buruk. Kru kapal yang berjumlah 26 orang (11 Rusia, 1 Ukraina dan 14 Filipina) semuanya dilaporkan selamat. Demikian pernyataan resmi yanmg dirilis dari pihak MOL sesaat setelah peristiwa itu terjadi. [1]
Sesungguhnya, tidak ada yang istimewa dari peristiwa ini, tak lebih dari berita musibah kecelakaan kapal yang sering terjadi, tetapi yang membuat publik menjadi gempar adalah berita yang dimuat di situs theglobal-review.com yang dimuat pada tanggal 29 Juni ( 12 hari setelah peristiwa itu) yang bertajuk "Kapal Berisi Senjata untuk Oposisi Suriah Tenggelam"  [2]. Rupanya peristiwa naas itu dimanfaatkan oleh media-media yang sering memuat tulisan yang membela rezim Suriah Bashar Asad ini, untuk memaksakan pandangannya bahwa kubu oposisi anti-Assad mendapat bantuan dari Barat, walaupun harus mengorbankan fakta dan kebenaran.
Menurut Ali Asadullah, sumber An-Najah yang berpengalaman di bidang Export-Import via kapal laut yang bekerja di sebuah perusahaan Petrokimia Multinasional di Cilegon, Banten ketika dikonfirmasi atas kejadian ini membenarkan berita tenggelamnya kapal ini pada 17 Juni lalu. Namun, saat diklarifikasi lebih lanjut apakah kapal tersebut bermuatan senjata, ia tegas membantah hal tersebut.
"Itu jelas ngawur , darimana dia bisa mengatakan kontainer dalam kapal itu berisi senjata?, apalagi mengatakan semua kontainernya adalah senjata untuk oposisi Suriah, ini jelas tuduhan tak berdasar," tuturnya berapi-api.
Ali menegaskan bahwa perusahaan tempatnya bekerja memakai kapal MOL Comfort untuk keperluan pengangkutan bahan kimia, "Kapal itu mengangkut bahan kimia cair untuk industri hilir petrokimia, kok bisa-bisanya dinyatakan sebagai pengangkut senjata untuk oposisi Suriah! " tukasnya.
Ia juga menjelaskan lebih lanjut bahwa perusahaan tempatnya bekerja memiliki kontrak dengan MOL pada tahun 2013 ini untuk mengangkut lebih dari 7.000 kontainer ke seluruh dunia, yang dalam wilayah Asia saja sekitar 2.800 kontainer. Sejak insiden kecelakaan itu terjadi, hampir setiap hari pihaknya mendapat update resmi dari pihak MOL melaui surat elektronik.
Pria berusia 32 tahun Alumni salah satu Universitas Negeri tertua di Indonesia ini menambahkan bahwa yang menggunakan jasa kapal 'MOL Comfort' ini bukanlah satu perusahaan saja, tetapi ada puluhan bahkan ratusan perusahaan Kimia, Manufacturing dan Trader di wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara termasuk Indonesia, mereka pakai kapal feeder yang lebih  kecil dari negara masing-masing untuk mengangkut kontainer barang mereka ke Singapura. Lalu di Singapura dikumpulkan dan diangkut dengan kapal 'MOL Comfort' ini ke negara tujuan. Tujuan akhir dari pelayaran kapal ini adalah Eropa, singgah di Jeddah. Patut diketahui bahwa,  Singapura adalah negara dengan sistem administrasi pelayaran yang terbaik di dunia, paling rapi dan teratur, sehingga sangat sulit untuk menyelundupkan senjata, apalagi jumlahnya sampai 4.300 kontainer.
Lebih lanjut sumber kami mempertanyakan "Setiap hari ada ratusan kapal kontainer sandar dan berlayar dari Singapore, demikian juga di Jeddah ada puluhan kapal. Lalu bagaimana seseorang bisa mengatakan yang bawa senjata adalah MOL Comfort yang naas itu? Kenapa bukan di kapal yang lain?".
Dari pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa penyimpangan berita yang menyatakan bahwa kapal MOL Comfort berisi bantuan senjata untuk oposisi hanya memanfaatkan momen kecelakaan kapal untuk memaksakan opini bahwa oposisi Suriah dibantu pihak asing seperti Amerika dan Israel.
Selain itu, artikel tadi mencantumkan sumber berita dari 'Times of India' yang dimuat pada tanggal 26 Juni 203, pada  paragraf ke 2 tertulis bahwa, "kapal bernama MOL Comfort itu memiliki panjang 300 meter dan membawa muatan berupa senjata. Kapal nahas ini tenggelam setelah diterjang badai, usia lepas jangkar dari Singapura „ lapor Times of India, Rabu (26/06/2013) …" (selesai). Setelah kami telusuri, ternyata tidak ditemukan tambahan tulisan "membawa muatan berupa Senjata" dari sumber aslinya di 'Times of India'.
Ada fakta menarik yang didapati bahwa kapal tersebut belum tenggelam saat berita itu dimuat pada 26 Juni 2013, tetapi baru patah menjadi 2 bagian dan masing-masing bagian masih terapung, baru bagian belakang (stern section) yang tenggelam pada tanggal 27 Juni sementara bagian depan masih terapung sebagaimana bisa dilihat dari rilis resmi MOL di websitenya yang update tiap hari.
mol com
Gambar : MOL Comfort yang terbelah menjadi 2 bagian
Rupanya, situs theglobal-review hanya menukil dari situs okezone.com secara mentah-mentah tanpa melakukan klarifikasi kepada sumber berita. Hanya satu yang tidak dinukil, yaitu tulisan diawal di oke zone  yang menunjukan tempat kantor berita yang dijadikan rujukan  yaitu berasal dari Teheran yang tidak dicantumkan. Dan ternyata sumber berita awal yang berasal dari Teheran Iran memang sudah diketahui rekam jejaknya sebagai sekutu nomor satu dan pembela Bashar Asad yang paling gigih. Tak heran kalau segala cara apapun dipakai, termasuk berbohong dengan menggunakan peristiwa terbelahnya kapal MOL Comfort ini untuk memaksakan orang menerima argumennya bahwa oposisi menerima senjata dari AS & Israel. 
Yang patut disimak, perwakilan rakyat Suriah yang berkunjung ke Indonesia pernah menyampaikan pesan dengan nada lirih: "Seandainya Amerika dan Israel membantu rakyat Suriah, niscaya revolusi di Suriah cukup berlangsung dalam satu minggu". [hilal/an-najah]
 

Thursday, July 11, 2013

Berita Kapal

Berita Kapal


Sebuah kapal fiber yang memuat 214 penumpang karam di perairan Bone

Posted: 11 Jul 2013 12:07 AM PDT

Sebuah kapal fiber yang memuat 214 penumpang karam di perairan Bone, pada Kamis (11/7/2013) sekitar pukul 00.20 Wita. Tim SAR Kabupaten Bone dan pihak Angkutan Sungai Danau dan Perairan Pelabuhan Bajoe berkoordinasi untuk menyelamatkan korban.

"Sementara kami koordinasi dulu apakah dilakukan upaya evakuasi penumpang atau tidak yang jelas kami masih pantau perkembangan," ujar Humas tim SAR Kabupaten Bone, Andi Sultan.

Sementara itu, pihak Angkutan Sungai Danau dan Perairan (ASDP) pelabuhan Bajoe belum bisa memastikan penyebab karamnya kapal tersebut.

"Kami masih berkoordinasi dengan pihak nakhodanya tentang penyebab pasti karamnya," ujar Manajer Operasional ASDP Bajoe, Takari.

Kapal itu karam saat menuju Pelabuhan Bajoe,dari Pelabuhan Kolaka. Kapal karam sekitar dua mil dari Pelabuhan Bajoe. Diduga, kapal salah rute sehingga memasuki perairan yang sedang mengalami surut.

Lowongan Kerja Teknik Perkapalan di ABS Class Surveyor

Posted: 10 Jul 2013 11:37 PM PDT

Lowongan Kerja Teknik Perkapalan di ABS Class Surveyor

American Bureau of Shipping (ABS) is one of the world's leading classification societies with a long history and broad experiencein classing vessels and offshore units of all types and sizes.

From its world headquarters in Houston, USA, ABS delivers services and solutions to clients through a network of local representatives working across more than 70 countries. We aim to be the most efficient provider of marine and offshore classification services, and we are achieving that goal through the innovative thinking, enthusiasm and professionalism of our staff.

We are looking for like-minded individuals to join us as:

Marine Surveyor
Jakarta Raya


Responsibilities:

  1. Visit vessels, marine structures, and manufacturers for routine survey acivities
  2. Perform work that involves conventional surveying practices, but may include moderately complex problem resolution and coordination of activities among other disciplines
  3. Prepare technically accurate and timely survey reports, and responses toletters, faxes, and other forms of communication
  4. Work closely with clients to identify and resolve problems in area of technical expertise

Requirements:
  1. Have a good university degree in Marine Engineering or related disciplines OR
  2. Possess a foreign going Chief Engineer Class 1 Certificate of Competency orequivalent as a minimum
  3. Seagoing, shipyard or ship management experience in a senior capacity preferred
  4. Preferably with experience in offshore & ship construction, repair and quality systems management
  5. Be willing to accept overseas transfer or foreign assignments as and when required
  6. Be fluent in written and spoken English
Please send your resume to Ms. Dona Sumual at: dsumual@eagle.org

Sumber

Pertamina cetak pendapatan Rp 280 triliun, Permintaan Minyak Dunia 2014 Capai 90,68 Juta Barel/Hari

Posted: 10 Jul 2013 11:33 PM PDT

Borneo suffers $550 million in net loss
The Jakarta Post

Coking coal miner PT Borneo Lumbung Energi & Metal suffered major financial losses last year due to tumbling commodity prices coupled with losses from its investment in London listed Bumi plc.  More...

Palm oil producers want more ports to solve inefficiency
The Jakarta Post

A local palm oil business group has demanded that the government build new seaports to cope with increasing commodity shipments and cut extra-costs that total US$300 million stemming from port inefficiencies. More...


Migas Makin Seksi, Ini 7 Perusahaan Nasional yang Berebut Minyak di Musirawas
Bisnis.com

Bisnis.com
, Musirawas—Sebanyak tujuh perusahaan nasional berlomba menggarap kandungan minyak bumi dan gas bumi (migas) di wilayah Kabupaten Musirawas, Sumatra Selatan. Selengkapnya...

SKK Migas Diusulkan Kembali Seperti BP Migas
Bisnis.com

JAKARTA— Dominannya perusahaan migas asing menyebabkan negara masih memerlukan badan independen yang menjadi perantara dalam industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Selengkapnya...

Kebutuhan Aluminium Naik, Maspion Segera Investasi Smelter
Bisnis.com

Bisnis.com
, JAKARTA--Maspion Grup melalui salah satu anak usaha yakni PT Alumindo Light Metal Industry Tbk berminat investasi smelter pengolahan bauksit untuk alumina dan alumina ingot serta nikel.Selengkapnya...

Permintaan Minyak Dunia 2014 Capai 90,68 Juta Barel/Hari
Bisnis.com

Bisnis.com, WINA – Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memprediksi permintaan minyak dunia akan meningkat pada tingkat yang lebih jauh pada 2014 dan memperingatkan dampak potensial dari masalah ekonomi di Eropa, Amerika Serikat dan China. Selengkapnya...

Rothschild tak dukung Thaksin beli Bumi Plc
Kontan

JAKARTA. Aksi saling bantah antara Grup Bakrie dengan Nathaniel Rothschild masih memanas. Dalam pernyataan tertulis kepada KONTAN, Rothschild membantah mengenalkan mantan Perdana Menteri Thailan Thaksin Sinawatra kepada Bakrie maupun Bumi Plc. "Saya tak akan mendukung transaksi apa pun yang melibatkan Thaksin untuk membeli saham Bakrie tanpa penawaran terhadap seluruh pemegang saham minoritas," tutur Rothschild, Selasa (9/7). Selengkapnya...

Eksplorasi 3 Blok, Medco Kucurkan US$ 65,69 Juta
Kontan

JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah mengucurkan dana sekitar US$ 65,69 juta untuk kegiatan eksplorasi di tiga blok minyak dan gas bumi (migas). Ketiga blok itu adalah Blok Rimau PSC, Blok A PSC, dan Blok Simenggaris PSC. Selengkapnya...

Daerah Usul Royalti Batubara Jadi 25%
Kontan

JAKARTA. Upaya pemerintah pusat untuk mengenakan tarif royalti lebih besar kepada perusahaan batubara mendapat sambutan dari pemerintah daerah. Bahkan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mengusulkan agar pemerintah mengerek tarif royalti batubara menjadi 25%, baik ke perusahaan tambang pemegang Izin Usha Pertambangan (IUP) maupun pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).Selengkapnya...

Pertamina cetak pendapatan Rp 280 triliun
Kontan

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) meraih pendapatan sebesar US$ 28,79 miliar atau sekitar Rp 280 triliun pada periode Januari sampai Mei 2013. Dirut Pertamina Karen Agustiawan usai buka puasa bersama pimpinan redaksi media massa di Jakarta, Rabu (10/7/2013), mengatakan, capaian pendapatan tersebut sebesar 44,14 persen dari target sampai akhir 2013 sebesar 65,22 miliar dollar AS . Selengkapnya...

Tuesday, July 9, 2013

Berita Kapal

Berita Kapal


TNI AL Siapkan Kapal Perang untuk Motor dan Pemudik ke Semarang

Posted: 09 Jul 2013 02:49 AM PDT

TNI AL Siapkan Kapal Perang untuk Motor dan Pemudik ke Semarang 
TNI AL menyediakan mudik gratis menggunakan kapal perang dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sekali jalan kapal perang ini dapat mengangkut 1.000 motor dan 1.500 pemudik.

"Ada satu kapal yang dikerahkan, rencananya kapal ini dua kali jalan pada H-4 dan H-2. Tujuannya dari Jakarta ke Semarang," kata Kepala Puskom Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan kepada detikcom, Selasa (9/7/2013).

Bambang mengatakan, kapal ini juga akan mengangkut pemudik saat arus balik nanti, namun mengenai waktunya masih dibicarakan. "Kalau yang arus balik masih kita diskusikan," katanya.

Bambang menjelaskan, mudik dengan kapal perang ini gratis. Bahkan penumpang di kapal itu dapat makan. "Ini semuanya gratis dan tidak dipunggut biaya," katanya.

Bambang mengatakan, para pemudik yang ingin ikut mudik dengan kapal perang dapat mendaftar di otoritas pelabuhan Tanjung Priok. Namun mengenai waktu pendaftarannya, ia mengaku belum tahu. "Kalau waktu daftarnya coba dicek di sana," katanya.

Bambang mengatakan, Ditjen Perhubungan Darat juga menyediakan bus dan truk untuk mengangkut para pemudik. Truk digunakan untuk mengangkut motor para pemudik ke kampung halamannya. "Ada 10 truk yang sudah akan disediakan," katanya.

Bambang mengatakan, bagi pemudik yang berminat bisa mendaftarkan diri pada 22 Juli di Kementerian Perhubungan. Truk dan bus ini akan mengangkut pemudik jurusan Jakarta-Purwokerto dan Jakarta-Solo.

Beruang Salju Ini Hentikan Laju Kapal Raksasa

Posted: 09 Jul 2013 02:48 AM PDT

Beruang Salju Ini Hentikan Laju Kapal Raksasa

Beruang Salju Ini Hentikan Laju Kapal Raksasa
Seekor anak beruang kutub bermain dengan kapal besar di Kutub Utara. Dailymail.co.uk

Seekor beruang salju terlihat sedang menghentikan laju kapal wisata raksasa yang datang mengunjungi wilayahnya di sekitar Samudra Arktik. Beruang ini menggapai tubuh kapal karena penasaran dengan benda tersebut. Namun dikabarkan juga bahwa 3.000 spesies beruang salju yang hidup di sekitar perairan Norwegia dan North Police di Arktik ini terancam punah.

Daily Mail
melaporkan, walaupun bersuhu minus 30 derajat, hal ini tidak menjadi hambatan bagi para wisatawan mengunjungi Arktik. Mereka rela mengunjungi rumah beruang salju untuk mengambil gambar binatang tersebut.

Namun hal ini menjadi salah satu penyebab kondisi lautan es menyusut. Musim panas yang berlangsung lama juga membuat laut es tidak membentang seluas biasanya. Ladang berburu beruang kutub pun semakin sempit.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa es di Samudra Arktik dapat benar-benar menghilang pada 2080 nanti. Laut es yang mencair tentu menjadi pengaruh utama kelangkaan binatang yang tinggal di sana. Kelangsungan hidup beruang kutub pun menjadi terancam. Seekor beruang kutub dapat kehilangan 10-20 kilogram berat tubuhnya setiap minggu ketika ia tidak lagi mendapat asupan makanan.

Ada cara yang bisa kita lakukan untuk melindungi beruang kutub, yaitu dengan menghemat energi, mengurangi emisi dan hemat bahan bakar, meminimalkan polusi, stop pencemaran, serta stop perburuan ilegal. "Total populasi beruang kutub dibagi menjadi 19 unit. Data terbaru dari IUCN Polar Bear Spesialist Group menunjukkan bahwa delapan unit mengalami perubahan iklim yang membuat kelangkaan beruang salju terjadi," demikian diungkapkan WWF

Kapal Kargo Terbesar Siap Berlayar

Posted: 09 Jul 2013 02:44 AM PDT

Kapal Kargo Terbesar Siap Berlayar

Kapal Maersk Mc-Kinney Møller di Korea Selatan.
Kapal kargo terbesar sedunia milik Maersk Line diperkirakan bakal angkat sauh dari galangan kapal Korea Selatan (Korsel) hari Jumat ini.
Peluncurannya disertai harapan begitu tinggi bahwa kapal bernama Maersk Mc-Kinney Møller ini bisa membuka era baru perkapalan pengangkut peti kemas. Namun, kapal ini justru akan memulai tugasnya dengan beroperasi di bawah kapasitas.
Maersk berharap kapal kelas Triple-E ini akan membuka keunggulan dibandingkan pesaing mereka pada jalur antara Eropa dan Asia. Terlebih kini, kala perang harga turut mengancam kemampuan sejumlah operator untuk tetap bertahan.
Kapal Maersk Mc-Kinney Møller membentang sepanjang kira-kira 400 meter dengan tinggi sebanding 20 lantai. Ia mampu mengangkut kargo 11% lebih banyak dibandingkan kapal terbesar sebelumnya. Konsumsi bahan bakar per kontainer 35% lebih sedikit ketimbang jajaran kapal Maersk yang lain, demikian keterangan perusahaan.
Maersk, anak usaha konglomerasi Denmark A.P. Møller-Maersk A/S, mesti melayarkan kapal ini jauh di bawah kapasitasnya sebesar 18 ribu kontainer, sambil menanti pelabuhan dunia meningkatkan kapasitas masing-masing.

Kapal ini merupakan kapal kelas Triple-E pertama dari 20 unit yang sudah dipesan Maersk. Namun, kapal ini diperkirakan hanya sanggup mengangkut rata-rata 14 ribu kontainer dalam perjalanan awal. Sebab, beberapa derek pelabuhan tak cukup tinggi untuk mencapai tumpukan peti paling atas jika kapasitasnya terisi penuh. Dari total 16 pelabuhan yang tersertifikasi menangani muatan kapal seukuran Triple-E, beberapa di antaranya tidak memiliki derek yang memadai.
Maersk Mc-Kinney Møller, dinamakan sesuai mendiang putra pendiri perusahaan, akan melayani jalur Asia-Eropa. Kapal dijadwalkan mengangkut peti kemas pertama pada 15 Juli di Busan, Korsel. Ia akan berlayar ke Eropa melalui Singapura.
"Kami akan mengoperasikan Triple-E pertama layaknya kapal yang lebih mungil dalam beberapa bulan awal, sambil menanti pelabuhan memperbaiki derek mereka," kata Lars Jensen, kepala operasi Maersk Line untuk Asia dan Eropa. "Tak banyak yang bisa kita lakukan saat infrastruktur masih beradaptasi dengan kapal yang lebih besar."
Jensen mengakui kapasitas rute Asia-Eropa sekitar 10% di atas permintaan. Operator kargo dengan kapasitas terbesar sedunia itu berharap dapat menendang produsen kapal yang lebih kecil keluar dari rute perdagangan tersibuk dunia ini. Dengan syarat, Maersk bisa mengoperasikan kapal kelas Triple-E, yang lebih besar dan efisien.
"Dalam tiga hingga empat tahun, perusahaan yang beroperasi di rute Asia-Eropa akan memakai kapal yang sanggup mengangkut 14 ribu peti kemas dan selebihnya. Perusahaan yang tak memiliki kapal semacam ini tak bakal bisa bersaing," paparnya.

Lowongan pelaut Terbaru 09 July 2013 untuk Kapal Tug Boat Singapore

Posted: 09 Jul 2013 02:41 AM PDT

 

Lowongan pelaut Terbaru 09 July 2013 untuk Kapal Tug Boat Singapore

NEW REQUIREMENTS :
Vessel : TBA
Flag : Singapore
Type : Tug Boat
Joining Port : Singapore
Joining Date : ASAP
Rank : Master Class V
Salary : SGD 1200/month
Rank : CE Class V
Salary : SGD 1100/month
Contract rotation : 6 months

Vessel : TBA
Flag : Singapore
Type : Coastal Tug boat
Joining Port : Singapore
Joining Date : ASAP
Rank : CE Class IV
Salary : SGD 1400/month
Rank : 2E Class V
Salary : SGD 1100/month
Rank : AB
Salary : SGD 400/month
Contract Rotation : 6 months for officers & 9 months for rating

Vessel : TBA
Flag : Singapore
Type : Tug GRT 50t
Built : 1984
Joining Port : Singapore
Joining Date : ASAP
Rank : CE Class V x 2
Salary : SGD 1100/month
Contract Rotation : 6 months

All Vessels Operation : Singapore
Specific requirement : English speaking and experience on tug boats

For Interested applicants, please send your resume to : ciptacrew@ciptakaryain.com

Maria Eka Pratiwi
PT. Ciptakarya Intisemesta
Jln. Raya Taman Margasatwa Kav.2 No. 62
Jakarta Selatan 12540
Phone : 021 7800261 Fax : 021 7813972

Kapal SPIL Tenggelam di Laut Banda

Posted: 09 Jul 2013 02:24 AM PDT

Kapal SPIL Tenggelam di Laut Banda

Pencarian terhadap 19 awak kapal motor Pemudi yang tenggelam di laut Banda belum membuahkan hasil. Tim dari Search and Rescue (SAR) Kendari melakukan pencarian ke arah utara laut Banda atau Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (8/7/2013).

Kepala kantor SAR Kendari, Djafar Henaulu, menjelaskan, pencarian terhadap 19 kru kapal bermuatan kontainer juga dilakukan oleh kapal Oriental Silver milik PT Spil.

"Pencarian korban juga lakukan oleh kapal berkekuatan 19 ribu gros ton yang merupakan satu perusahaan dengan kapal yang tenggelam. SAR Kendari menurunkan 30 personel dengan menggunakan Rescue Boat 210 dan pesawat helikopter milik Susi Air," terangnya, Senin (8/7/2013).

Menurutnya, cuaca di perairan laut Banda sangat buruk. Ombak mencapai 5 meter sehingga menyulitkan pencarian korban melalui laut. Djafar mengatakan, dua kru kapal yang ditemukan selamat bernama Agus Tri Suranto sebagai oliner dan Paratur Budi Mualim.

"Kedua ABK yang selamat saat ini berada di kapal Oriental Silver. Keduanya menjadi pemandu dalam pencarian 19 kru kapal yang masih dinyatakan hilang," ujarnya.

Lebih lanjut, Djafar memperkirakan, kapal bermuatan kontainer itu tenggelam akibat hantaman ombak setinggi tujuh meter pada 2 juli 2013 lalu.

"Memang sebelum kejadian kapal tenggelam ada badai di perairan laut Banda, jadi besar kemungkinan kapalnya dihantam ombak besar," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah kapal bermuatan kontainer, KM Pemudi, tenggelam di perairan Banda. Dua kru kapal dinyatakan selamat, tetapi 19 awak kapal lainnya belum diketahui keberadaannya. Kapal berkekuatan 4.249 gros ton itu bertolak dari Surabaya menuju Nabire, Papua.

Nasib TKI Awak Kapal: Sudah Tak Digaji, Istri Diambil Orang

Posted: 09 Jul 2013 02:21 AM PDT

Nasib TKI Awak Kapal: Sudah Tak Digaji, Istri Diambil Orang

Nasib tragis menimpa seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Indramayu, Jawa Barat, Danu (33). Danu yang bekerja sebagai anak buah kapal di perusahaan Taiwan ini terlunta-lunta di negeri orang. Janji upah dolar selama 2 tahun pun tak dibayar. Nahasnya lagi, dia ditinggal kawin oleh istrinya karena tak berkomunikasi dan tak mampu memberikan nafkah lagi.

Petualangan Danu itu bermula pada 2011. Melalui perusahaan pengerah TKI PT Karlwei Multi Global (Kartigo), dia menjadi Anak Buah Kapal atau ABK di PT Kwo-Jeng yang berkedudukan Taiwan. Danu dikontrak selama 2 tahun dengan US$ 180 per bulan. Di atas kapal milik PT Kwo-Jeng itulah Danu dan 200 temannya bertahan hidup dengan penuh derita.

"Kami sampai ambil kayu dek untuk masak di atas kapal. Tidak ada air, tidak ada makanan, cuma makan ikan," ujar Danu saat berunjuk rasa di depan Kantor Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jakarta, Selasa (9/7/2013).

Berbulan-bulan berkelana di samudera, sampailah kapal yang membawa Danu dan rekan-rekannya di Trinidad, tanah di kawasan Karibia. Danu dan puluhan ABK lain ditangkap polisi Trinidad saat mendarat. Peristiwa apes sekaligus berkah bagi bapak satu anak ini.

"Kami masuk televisi dan koran. Dari sana bantuan mulai datang. Kami tidak lagi makan nasi sepiring berlima. Banyak yang memberi bantuan makanan sampai kami dideportasi," katanya.

Pada 8 Juli 2013, Danu dan ratusan ABK lainya dideportasi ke Indonesia setelah bekerja di perairan Trinidad dan Tobago itu. Gembira memuncak karena bisa pulang ke kampung halaman. Bisa berkumpul kembali dengan istrinya, Umroh (30) dan anaknya. Namun, bayang gembira itu pudar, berubah muram saat dia sampai di depan pintu rumahnya.

"Saya pas pulang yang buka pintu laki-laki, tidak saya kenal. Saya tanya, dijawab suami baru dari istri saya. Sakit rasanya, udah terlantar di kapal, kelaparan, nggak digaji, pulang ke rumah istri diambil orang," tutur Danu sambil menatap kosong, mengenang kesuramannya itu.

Danu sempat marah kepada Umroh dan suami barunya. Namun dia dicegah tetangganya. Danu memang sudah tidak berkomunikasi dengan Umroh selama 2 tahun itu. Selama terombang-ambing di lautan, Danu memang dilarang berkomunikasi dengan dunia luar. "Saya memang tidak komunikasi, tidak punya uang. Telepon 5 menit saja sama biayanya gaji satu bulan. Terus kita mau pulang didenda Rp 50 juta," ungkapnya.

Derita Danu tak hanya sampai di situ. Sudah kehilangan istri dan anak, dia harus menanggung utang belasan juta kepada saudaranya. "Gaji US$ 180 per bulan sampai sekarang tidak pernah dibayar sepeser pun, ya saya tidak bisa bayar utang. Utang saya sampai Rp 10 juta lebih. Utang sama saudara dan mertua. Terus utang buat berangkat Rp 5 juta. Malu saya belum bisa bayar," katanya lirih.

Danu pun menghitung-hitung uang yang seharusnya dia miliki dari jerih payahnya selama mejadi ABK kapal Taiwan itu. Dalam kontrak kerja selama 2 tahun, Danu dijanjikan upah US$ 180 per bulan, uang sandar US$ 400, dan bonus tahunan US$ 1000. "Kalau pakai aturan, hak saya yang belum dibayar perusahaan sekitar US$ 13.000 ini belum termasuk asuransi," ujar Danu.

Nasib malang ini ternyata tak hanya dialami Danu, tetapi juga dialami puluhan ABK lain yang bekerja di tempat yang sama. Oleh sebab itulah mereka berunjuk rasa di depan Kantor BNP2TKI untuk memperjuangkan hak mereka. "Ada sekitar 40 orang yang keluarganya berantakan gara-gara tidak digaji," ujar Kordinator Solidaritas ABK, Imam Safii.

Kisah Sedih 'Pelaut' Indonesia: Tak Digaji Hingga Disiksa

Posted: 09 Jul 2013 02:10 AM PDT

Kisah Sedih 'Pelaut' Indonesia: Tak Digaji Hingga Disiksa 

Ratusan Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di PT Kwan Jen, Taiwan mengadu ke BNP2TKI. Mereka mengeluh sering mengalami tindak kekerasan hingga tidak mendapat gaji selama bekerja di perusahaan itu.



Salah satu ABK, Imam Syafei menceritakan awal penderitaan mereka dimulai saat mengadu nasib ke Taiwan. Setelah mendapat paspor dan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN), mereka diberangkatkan ke Trinidad dan Tobago.

Total ada 203 warga Indonesia yang mengadu nasib ke negara tersebut. Ada yang sudah lima tahun, ada yang baru hanya dua tahun.

"Ini (massa yang hadir) hanya sebagaian dari kami yang bisa datang ke Jakarta karena sebagian lain ada di kampung tidak ada biaya," ujar Imam di sela-sela orasinya di depan BNP2TKI, Jl MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2013).

Di tempat ini mereka bekerja mencari ikan di tengah laut. Praktis cukup lama waktu mereka tidak bisa berkomunikasi dengan sanak keluarga.

Imam menceritakan, selama dua tahun bekerja di atas kapal tersebut, ada tiga kawan mereka yang meninggal. Ada yang sakit, kecelakaan kerja hingga stres.

"Heri asal Cirebon meninggal karena sakit, Karsan dari Pemalang karena stres menceburkan diri dan Ramdani meninggal karena kecelakaan kerja," jelas Imam.

Jenazah Ramdani kemudian disimpan ke dalam ruang pendingin, yang lazimnya digunakan untuk tempat penyimpanan ikan. Tanpa disangka, kapal yang ditumpangi Ramdani dirazia oleh polisi Venezuela.

"Pas kapal kami sedang beli solar, polisi menemukan mayat dalam frezer, setelah itu kami dideportasi ke Indonesia," sambungnya.

Namun begitu sampai di Indonesia, mereka tidak mendapat kejelasaan upah bekerja. Gaji berbulan-bulan bahkan tahunan praktis tidak bisa mereka rasakan

Kisah lainnya juga diceritakan Dunarso. Menurut Dunarso, penyiksaan sudah menjadi makanan sehari-hari. Sedikit saja melakukan kesalahan, pemilik kapal akan langsung memukulnya. Hambatan dalam komunikasi membuat mereka tidak mampu memberi penjelasan kepada majikannya.

"Dipukul, sehari istirahat cuma 5 jam ditambah makan seadanya, apakah itu layak?" protes Dunarso.

Saat hendak dideportasi ke Indonesia, mereka juga sempat diterlantarkan selama 6 bulan di Trinidad dan Tobago. Selama itu mereka bertahan hidup dengan makan seadanya.

"Sepiring untuk sepuluh orang atas nama solidaritas sebagai ABK Indonesia, bahakan ada yang cari kerja ilegal buat dapat makan," keluhnya.